Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Perjanjian Baru

Matius 16: 21-28 “syarat mengikut Yesus”

“ syarat meng ikut Yesus ” Matius 16: 21-28 Syalom, damai di hati. Damai di hati, Syalom Bersyukur kepada Tuhan, kita bisa berada di Minggu Sengsara yang ke 4 Setelah 3 minggu kita dalam penghayatan bersama sengsara Yesus, masih ada pertanyaan yang tersu ditanyakan dan perlu di jawab oleh kita semua. “Apa atau bagaimana yang dimaksud menderita atau sengsara?” Menderita atau sengsara, apakah adalah sesuatu yang menyenangkan? Tentu kenyakan kita atau bahkan kita semua akan mengatakan, “Tidak” Lalu, “siapa disini yang suka menderita atau sengsara?” Siapa yang disini, secara sukarela mau menderita? Siapa yang saat nyaman, bahagia, tiba tiba, bilang, oh, lebih bagus menderita? Tentunya lumayan aneh, dan tidak masuk akal untuk didengar. Apalagi yang mengatakannya adalah seseorang yang sedang “naik daun”, mulai terkenal, mulai dipuja, bahkan mulai diakui, mengatakan mau meninggalkan semua itu, dan memilih mau menderita. Hal ini, tentu sangat mengguncang ...

Roma 14: 13-23 “Panggilan orang percaya di bumi milik Tuhan.”

Roma 14: 13-23 “Panggilan orang percaya di bumi milik Tuhan.” Syalom . Damai di hati Beberapa hari yang lalu, di beberapa tempat, apalagi di ibu kota, persatuan kesatuan negara Indonesia sementara diuji dan digoyahkan oleh sekelompok orang yang bertindak anarkis setelah menanggapi hasil pemilihan umum. Tidak dapat kita pungkiri negara kita indonesia adalah negara majemuk, yang artinya terdiri atas berbagai suku, agama, ras, golongan, dengan segala variasi bahasa, tradisi, dan aturan di setiap daerah. Itulah yang membuat indonesia menjadi negara yang kaya. Masyarakat yang berbeda-beda ini, menghasilkan ide, pandangan, pendapat yang berbeda-beda pula. Satu pandangan tidak dapat dipaksakan kepada semua orang, dan begitu pun semua orang kadang tidak memiliki pandangan yang sama. Ibarat angka 6, kalau kita lihat dari sisi bawah, tapi terlihat seperti 9 kalau kita lihat dari sisi sebelahnya. Artinya semuanya memiliki sudut pandang berbeda, dan kita tidak dapat meny...